Perjalanan Menjadi Seorang Bobotoh Indramayu

Bobotoh berasal dari bahasa sunda yang berarti suporter bola karena memang kita mendukung tim bola dari bandung yah kang. Di bandung oge loba bobotoh yang mengelompokan dirinya dengan nama masing-masing seperti:

  1. Viking
  2. Bomber
  3. Hooligan

Sebagai suporter atau pendukung fanatik sepak bola kami rela melakukan apa saja untuk bisa menonton tim kesayangan kami berlaga. Bukan hanya dari bandung saja bobotoh berasal, banyak sekali bobotoh yang berasal dari luar kota bandung loh guys seperti tasik, kuningan, karawang, cirebon dan hampir semua kota di indonesia nyampe papua juga ada loh. Hal itu berhasil membuat bobotoh di nobatkan sebagai suporter terbesar ke empat seasia. Wow bangetkan.

Persib Bandung

persib bandung

PERSIB BANDUNG (persatuan sepak bola Indonesia bandung) yah betul itulah nama club sepak bola yang selalu kami bangga-banggakan. 13 maret 1933 club sepak bola yang berjuluk maung bandung/pangeran biru itu berdiri.

Club kebanggaan kota bandung itu merupakan salah satu tim besar di indonesia.Sudah tidak di ragukan lagi, konsistensi nya yang selalu menduduki papan atas kasta tertinggi liga di indonesia membuat persib menjadi club yang sangat di segani lawan-lawan nya.

Maung bandung juga selalu di huni banyak pemain pemain top seperti esien Mantan pemain real madrid, ac milan, dan Chelsea itu bermain dalam skuad persib bandung di musim 2017/2018. Pencapaian tertinggi terakhir pengeran biru adalah berhasil menjuarai liga indonesia pada tahun 2013/2014.

Apa Itu Viking?

Apa Itu Viking?

Viking di ambil dari nama salah satu suku yang berasal dari swedia yang menggambarkan tak kenal rasa takut. Viking persib club adalah salah satu nama kelompok suporter bola di bandung yang beranggotakan bukan orang dari bandung saja. Viking juga kelompok suporter persib terbersar dan tertua diantara yang lain.

17 juli 1993 viking di dirikan 26 tahun sudah viking setia mengawal maung bandung berlaga. Belum bisa di katakan seorang viking rasanya jika belum mengenal kang yana umar (yana bool) ayi beutik dan heru joko. Yah secara tiga nama tadi adalah pendiri dari viking persib club. Nama nya begitu melegenda sosok nya begitu di hormati dan di kagumi di kalangan suporter club kota bandung itu.

Untuk mengkordinir anggota nya yang tersebar di banyak kota viking punya banyak organisasi di masing-masing kota nya yang di sebut distrik korwil dan sebagainya.

Viking Indramayu

Viking Indramayu

Seperti banyak kota di jawa barat lain indramayu menjadi salah satu kota yang terdapat banyak sekali bobotoh. Distrik yang pertama kali berdiri di indramayu adalah (VPI) viking pantura indramayu untuk daerah barat dan (VIDI) viking distrik indramayu untuk daerah kota atau timur.

Namun sayang sampai tahun 2019 ini VPI gagal mempertahankan keberadaan nya.  Hal itu mengakibatkan kurang nya koordinasi bobotoh di indramayu bagian barat. Sekarang ada tiga puluhan lebih komunitas kecil yang tersebar di indramayu bagian barat. Seperti:

  1. Baraya viking eretan (BAVIER)
  2. Viking indramayu barat (VIBRA)
  3. Bobotoh gedung putih (BGP)
  4. Republik bomber inggris (RBI)
  5. Viking gantar independen (VGI)
  6. Viking cilandak indramayu (VCI)
  7. Balad viking balaraja (BVB)
  8. Bobotoh harco sadulur (BHS)
  9. Hooligan indramayu barat (HIB)
  10. Bobotoh anjatan DLL.

Hampir setiap pertandingan persib mereka rutin mengadakan nonton bareng (nobar) di setiap daerah di indramayu secara bergantian. Seakan tanpa lelah mereka juga rutin datang langsung ke bandung untuk menonton tim kesayangan nya. Dulu tak sepopuler sekarang, cuma segelintir orang saja yang antusias ingin menjadi anggota viking.

Hanya satu atau dua orang dari setiap kecamatan yang menginginkan komunitas viking berdiri di indramayu bagian barat ini. Tanpa sengaja aku pun di kenalkan oleh teman ku dengan sekolompok orang yang mempunyai hobi yang sama yaitu suka nonton persib, ceuk basa sundana mah lalajo persib euy. Tak butuh waktu lama aku pun mudah beradaptasi dengan mereka.

Akhir nya aku dan kawan-kawan sepakat untuk membentuk satu komunitas untuk mempererat hubungan diantara kami.  Awal nya kami sepakat menamakan kelompok baru kami ini dengan sebutan Viking ibb (viking indramayu barat). Namun belum seumur jagung komunitas kami sudah menghadapi masalah, ada beberapa anggota yang mungkin merasa di rugikan oleh oknum anggota kami yang lain.

Sehingga nama viking ibb yang baru saja potong tumpeng istilah nya bagaikan botol terbawa ombak tak tahu arah dan tujuan. Di bawah bendera viking ibb kami mulai mengenal lebih banyak lagi simpatisan-simpatisan viking yang berasal dari luar daerah kami haurgeulis. Mulai banyak anggota baru yang memilih bergabung bersama kami. Untuk memperbarui semangat tujuan kami mendirikan komunitas ini kami pun meengganti nama Viking ibb dengan nama vibra.

OTW Si Jalak Harupat

OTW Si Jalak Harupat

Saat yang di tunggu-tunggu pun datang yaitu laga big mach persib vs persija laga yang selalu di nantikan seluruh orang yang menamakan diri nya bobotoh. Tak mau ketinggalan kami pun langsung merencanakan pemberangkatan otw kota kembang. Semua anggota antusias untuk mensukseskan rencana kami untuk mengawal maung bandung berlaga di bandung.

Supaya  slot kursi mobil bis yang kami tumpangi penuh dan suasana lebih ramai kami bermaksud mengajak lebih ramai lagi orang untuk ikut bersama kami. Aku serta kawan-kawan yang lain mulai menyebar famplet di setiap sudut-sudut keramaian di daerah kami. Alhasil satu mobil bis dan satu mobil truk siap di berangkat kan.

Kurang seru rasa nya jika suatu rencana berjalan tanpa rintangan, menjelang beberapa hari saja pemberangkatan kami terkendala dengan dengan tiket yang belum kami dapatkan waktu itu. Maklum laga persib vs persija selalu saja meraik minat seluruh bobotoh untuk menyaksikan nya. Karena ketegangan laga ini bukan saja pada setiap pemain yang berada di tengah lapangan namun juga di rasakan oleh seluruh bobotoh yang menyaksikan nya.

Karena memang rivalitas kedua supporter tim berjuluk maung bandung dan macan kemayoran lebih besar di bandingkan rivalitas club di antara keduanya. Selalu ada jalan di setiap kesulitan, terdengar kabar akan ada dulur-dulur kami dari kelompok supporter lain akan berkunjung ke tempat kami dan salah satu dari mereka bisa membantu kami untuk mendapatkan tiket pertandingan yang di butuhkan.

Mereka berjumlah empat orang, dua dari Surabaya dan dua lain nya berasal dari semarang. Masing–masing bernama mas dodi, mas keling, mas cukri dan pencu mereka merupakan dulur dari kelompok supporter bonek (Surabaya) dan panser birus (semarang). Mungkin ini kali pertama kami menerima tamu dari luar kota sehingga kami sangat senang dan antusias menerima kedatangan mereka.

Setelah beberapa hari kedatangan para dulur tibalah hari yang di tunggu yaitu saat  pemberangkatan menuju kota kembang. Malam itu terasa sangat panjang aku dan kawan-kawan bergadang sepanjang malam seolah tak sabar menanti waktu pagi. Sejak subuh kami yang selalu stand by di base camp sudah bersiap dan aku termasuk orang yang paling sibuk untuk menyiapkan semua nya.

Terlihat wajah ceria serta penuh semangat tergambar pada wajah kami hari itu 21 september 2010 pukul 08:00 mobil bis yang akan kami tumpangi sudah datang. Setelah sekitar dua jam menunggu kawan kawan lain nya yang belum datang pukul 10:00 wib bis siap di berangkatkan dari pasar kambing blok kubangsari, haurgeulis indramayu menuju markas tim kebanggaan kami si jalak harupat soreang, bandung.

Untuk meluapkan kegembiraan aku pun berteriak:

Aku : “persib bandung” yang langsung di sambut oleh seluruh bobotoh yang ada di dalam bis.

Mereka : “maung bandung”

Aku : “persib bandung”

Mereka : “maung bandung”

Aku : “PERSIIIIIIIIB”

Mereka : “MAUNG BANDUNG” dan kami langsung bernyanyi bersama

Kami : “kami datang untuk menang, jangan sampai kalah lagi, kalau kalaaaaaaah MINUM LAGIII”

Begitulah kira-kira aku menggambarkan keseruan kami di dalam mobil, pukul 11:00 kami sudah memasuki daerah subang hampir sebagian penumpang bis naik keatap mobil.

Seakan tak sabar dengan suasana stadion sepanjang jalan kami berdendang bersama menyanyikan yel-yel penyemangat untuk tim kebanggaan kami dengan di iringi gemuruh suara senar dan bass yang kami bawa.

Sampai daerah wisma kami di hadang oleh polisi yang ingin menilang bis yang kami tumpangi. Setelah supir selesai menunjukan kelengkapan kendaraan nya, salah satu dari polisi itu memukul bis serta menyuruh bobotoh yang ada di atap mobil untuk turun dan di sambut oleh nyanyian semua bobotoh.

“pak polisi pak polisi jangan pukul kami, kami bukan sapi. Pak polisi pak polisi jangan pukul kami, kami bukan sapi” dan akhir nya polisi itu mempersilakan kami untuk kembali melanjutkan perjalanan. Pukul 14:00 sampailah kami di tempat sejuta cerita yang selalu kami rindukan stadion si jalak harupat soreang kabupaten Bandung.

Karena kawasan stadion yang sangat padat kami semua bergandengan agar tidak terpisah antara satu dan yang lain. Untuk mencari tempat istirahat yang lebih luas mata kami tertuju pada bangunan di salah satu sudut sekitaran kawasan stadion yang ternyata itu adalah tribun lapangan base ball. Di tribun itu kami berkumpul melepas lelah dan bercanda tawa karena waktu masih cukup luang kami menunggu dengan bernyanyi bersama.

Kami menyanyikan yel-yel yang biasa di nyanyikan di dalam stadion. “loyalitas tanpa batas kami cinta persib maung bandung, loyalitas tanpa batas kami cinta persib maung bandung. Ayolah persib bandung ku, bantailah semua lawan mu kami Viking selalu mendukung mu jadilah yang nomer satu.”

Banyak bobotoh dari daerah lain yang ikut bergabung bersama kami seperti Viking karawang, bombastic cikampek, hooligan kuningan serta Viking sumedang. Seolah sudah berada di dalam stadion suasana semakin ramai dan untuk menghormati dulur dari bonek dan panser kami mempersilakan mereka untuk menjadi dirigen dan memimpim kawan-kawan yang lain bernyanyi.

“Viking bonek panser biru, kita satu hati satu nyali wani.”

Tak terasa hari sudah senja pertandingan akan segera di mulai kami di kagetkan dengan kenyataan bahwa ternyata tiket belum bisa di dapatkan. Harga tiket waktu itu memang  sangat mahal bisa mencapai Rp.150.000 hampir semua pertandingan yang mempertemukan dua rival itu melonjak drastis

Masih banyak jalan menuju rhoma, mas dodi yang ternyata salah satu pentolan panser biru (semarang) menghubungi kerabatnya andre yang tidak lain salah satu dirigen Viking untuk membantu dulur dari indramayu untuk masuk kedalam stadion. Ternyata andre tidak bisa banyak membantu beliau hanya bisa memberikan beberapa lembar tiket saja, lalu mas dodi “wong dulur ku ono satus moso mung tiket pira ngiji” begitu ujar nya kira-kira.

Akhir nya andre menyarankan setelah kick off babak peratama di mulai kami semua bobotoh indramayu barat harus menuju ke gerbang stadion sambil bernyanyi “Viking bonek panser biru, kita satu hati satu nyali wani.” Agar nanti andre melobi petugas dari dalam stadion. Kami di bagi menjadi tiga regu masing-masing regu harus datang bergelombang setelah beberapa menit, kebetulan aku menjadi kepala regu yang terakhir.

Setelah regu pertama dan kedua berhasil masuk gerbang sudah tertutup aku dan regu ketiga masih di luar mas dodi pun menghampiri salah seorang tentara meminta pintu kembali di buka. Kebetulan tentara itu juga berasal dari dari semarang mereka berdua berdialog Bahasa semarang.

Mas dodi : “pak kami ini jauh-jauh dari semarang dan indramayu pak, masa udah nyampe sini kami gak bisa masuk pak “

Tentara : “masa sih kalian dari semarang dan indramayu?”Mas dodi : “coba saja bapa perhatikan Bahasa kami bicara”

Dan akhirnya gerbang kembali di buka dan kami semua Viking indramayu barat di persilahkan untuk masuk. tak sia-sia perjuangan kami maung bandung berhasil menekuk lawan dengan skor tpis 1-0.

Sepulang dari stadion kami Viking indramayu barat banyak berterimakasih khusus nya kepada mas dodi karena nya semua bisa menyaksikan pertandingan dengan gratis tanpa mengeluarkan uang.Dan sejak saat itu Viking ibb berganti dan di beri nama oleh dodi (panser m) menjadi vibra.

Leave a Reply