Pengertian Akhlak Dalam Islam

Mungkin sebagian besar dari kita pasti sudah tidak asing lagi dengan kata akhlak. Sebagai pemeluk agama islam kita mengerti bahwa akhlak adalah salah satu hal yang sangat penting. Sebagai seorang muslim sudah sepatutnya kita harus memiliki akhlak yang baik dan menjauhi akhlak yang tercela. Kedudukan akhlak dalam agama islam sangatlah istimewa, sampai-sampai dalam salah satu hadits qudsi mengatakan “Tidaklah aku mengutus muhammad kedunia hanyalah untuk menyempurnakan akhlak”.

Semua ini tidak terlepas dari keadaan manusia dimasa itu, dimana mereka sudah tidak perduli lagi dengan akhlak atau bahkan tidak mengenalnya. Zaman jahilia, begitulah banyak orang mengenalnya, zaman dimana banyak orang tua mengubur anaknya hidup-hidup. Supaya kita mengerti apakah yang di maksud dengan akhlak ? Serta seperti apakah sudut pandang islam mengenai hal ini ? mari kita simak ulasan berikut ini.

Definisi Akhlak

pengertian akhlak

http://baltyra.com

Menurut Al-Imam Ghazali akhlak merupakan suatu kepribadian yang tertanam dalam jiwa seseorang yang dari kepribadian tersebut akan muncul suatu perilaku dengan mudah atau gampang tanpa perlu pemikiran.

Secara Bahasa

pengertian akhlak

http://www.nu.or.id

Secara bahasa akhlak berasal dari bahasa arab, kata akhlak berasal dari jamak kata “khuluk”  yang berarti kepribadian, tabiat, perangai, atau sifat seseorang. Kata akhlak juga dapat diartikan sebagai budi pekerti yang dimiliki seseorang yang berhubungan dengan sifat-sifat yang ada pada diri pribadi seseorang itu.

Secara Istilah

Kata akhlak menurut istilah secara islam memiliki arti sebagai sifat atau perangai seseorang yang telah merekat yang akan menumbuhkan perilaku yang baik. Secara garis besar akhlak adalah sifat atau gerak-gerik seseorang yang mencerminkan sifat baik maupun sifat yang buruk.

Pengertian Akhlak Menurut Para Ulama

Image result for ust adi hidayat

Baca juga: Pengertian, Fungsi Dan Jenis Hadits Lengkap

Supaya kita lebih faham penjelasan apa itu akhlak, mari kita simak penjelasan para alim (orang yang berilmu) dibawah ini.

  1. Abu Hamid Al Ghazali

Jika kita merujuk pada pendapat Imam Ghazali definisi akhlak adalah suatu sifat yang berada di dalam jiwa yang akan melahirkan perilaku-perilaku mudah dilakukan.

  1. Ali Asy Al Jurjani

Jika kita ambil pendapat dari Ali Asy Al Jurani beliau mengatakan, akhlak merupakan suatu sifat baik maupun sifat buruk yang sudah ada sejak lahir pada diri seseorang.

  1. Ahmad bin Musthafa

Ahmad Bin Mustafa mengatakan, yang dimaksud dengan akhlak adalah suatu ilmu yang dapat mengendalikan kemampuan seseorang dalam berfikir, dalam mengendalikan syahwat, dan dalam mengendalikan amarah.

  1. Ibnu Maskawaih

Ibnu Maskawaih berkata, akhlak merupakan sifat yang sudah tertanam dalam jiwa seseorang. Yang bisa mendorong seseorang itu melakukan segala perbuatan tanpa memerlukan pertimbangan.

  1. Gabriel

Ada lagi pendapat yang datang dari Gabriel  yang mengatakan, akhlak merupakan moral yang ada pada diri manusia yang biasa disebut dengan adab, berasal dati terminologi arab yang berarti adat istiadat, kebiasaan, etika atau sopan santun. Inilah tatanan yang seringkali digunakan manusia dalam berinteraksi dengan sesama manusia.

Pembagian Akhlak

Akhlak dapat dibagi menjadi dua golongan, yakni akhlak yang baik dan akhlak yang buruk. Jika kita mengacu dengan pendapat diatas, pembagian akhlak adalah sebagai berikut.

  1. Akhlak baik

Akhlak yang baik adalah perilaku atau perbuatan seseorang kepada orang lain yang sesuai dengan etika yang berkembang dimasyarakat. Dibawah ini adalah ciri sifat akhlak yang baik

  • Bersikap jujur, yakni selalu memberikan infomasi atau kejadian yang sebenarnya dalam segala hal kepada setiap orang. Agar tidak menjadi kerugian untuk dirinya maupun orang lain.
  • Berperilaku baik, yakni selalu merespon segala sesuatu yang terjadi disekelilingnya dengan sikap yang terpuji.
  • Mempunyai sikap malu, yakni sebuah reaksi tidak nyaman pada diri seseorang saat ia melakukan hal-hal yang tidak baik yang dapat membuatnya merasa malu.
  • Bersikap rendah hati, yakni selalu merasa satu derajat atau bahkan lebih rendah dari orang lain dan tidak merasa lebih tinggi kedudukannya.
  • Bermurah hati, yakni sifat seorang yang mudah terketuk hatinya dalam melakukan hal-hal baik tanpa ingin balasan dan dilihat orang lain.
  • Bersikap sabar, yakni sifat dalm diri seseorang yang selalu bijak dalam mengambil keputusan serta dapat menahan amarah yang ada dalam dirinya pada kondisi dan keadaan apapun
  1. Akhlak Buruk

Akhlak yang buruk merupakan sifat pada diri seseorang yang lebih condong melanggar etika-etika dalam bersosial. Serta keluar dari norma-norma yang berlaku dikalangan masyarakat. Berikut beberapa ciri-ciri akhlak yang buruk.

  • Gemar mencuri, yakni perilaku seseorang yang suka mengambil barang yang bukan milik atau haknya tanpa sepengetahuan pemiliknya.
  • Pemarah, yakni sifat dalam diri seseorang yang tidak mampu menahan emosinya ketika sesuatu tidak sesuai dengan yang diinginkannya.
  • Gemar berbohong, yakni sifat seseorang yang lebih suka berkata tidak seperti kenyataan atau faktanya. Dengan atau tanpa tujuan tertentu.
  • Gemar memfitnah, yakni memberikan pandangan atau stigma tidak benar kepada orang lain yang bertujuan untuk mempengaruhi cara pandang seseorang kepada pihak lain.

Pembagian Akhlak Berdasarkan Ruang Lingkup

pengertian akhlak

ukhuwahislamiah.com

Jika dilihat secara umum ada lima pembagian akhlak seseorang menurut ruang lingkupnya.,Secara umum, ada lima hal yang termasuk di dalam ruang lingkup akhlak seseorang di masyarakat.

  1. Akhlak pribadi, yakni reaksi sikap seseorang dalam mengendalikan dirinya sendiri. Pribadi yang berakhlak akan selalu menjaga sikap dan etikanya dalam segala hal.
  2. Akhlak Berkeluarga, yakni sifat seseorang dalam menanggapi hubungan dalam keluarganya. Mulai dari hubungannya dengan kedua orang tua, istri, anak serta lingkup keluarganya yang lain.
  3. Akhlak Bermasyarakat, yakni sifat seseorang dalam menyikapi hubungan dengan orang-orang disekitar lingkungannya. Seperti selalu bersikap ramah kepada seluruh orang-orang disekitarnya misalnya.
  4. Akhlak dalam bernegara, yakni sikap tingkah laku seseorang dalam menanggapi hubungan bernegara, seperti membayar pajak serta mematuhi seluruh peraturan negara yang ada misalnya.
  5. Akhlak beragama, yakni sikap tingkah laku seseorang dalam menjalankan kewajibannya atas dasar kepercayaannya.

Leave a Reply