Kisah Umar Bin Khattab Masuk Islam

Umar bin Khattab

Biografi

Terlahir dengan ayah bernama Khattab serta ibu bernama Khatamah. Umar bin Khattab bin Nafiel bin Abdul Uzza  berbadan kekar tinggi besar, berjenggot dengan wajah tampan, dan warna kulit coklat kemerah-merahan.Umar adalah satu dari empat sahabat nabi Muhamad termasuk khulafaur Rasyidin. Umar merupukan ayah dari salah satu istri baginda rasulullah hafshah.

Setelah wafatnya nabi muhamad umar menjajabat sebagai khalifah kedua sepeninggal abu bakar ash-sidik. Pada masa  kekhalifahan umar kepemimpinannya menjadi salah satu kekuatan besar baru di bagian timur tengah. Disamping berhasil menundukan kekaisaran sasaniyah dengan jangka waktu yang cukup singkat umar juga berhasil menaklukkan dua pertiga wilayah kekuasaan kekaisaran romawi timur.

Dengan kemajuan perluasan daerah ini juga diikuti kemajuan dibidang pemerintahan dan politik. Pengadaan baitul mal menjadi salah satu bentuk kemajuan dalam bidang ekonomi. Seluruh pencapaian itu menobatkan umar menjadi salah satu pemimpin umat islam yang paling dikenang. Umar mempunyai nama lain yang di berikan rasul dengan sebutan al-faruk yang berarti penegak antara yang hak dan batil.

Seperti yang tertera dalam beberapa hadits umar adalah sahabat paling utama setelah abu bakar. Menurut cara pandang kelompok sunni umar merupakan pribadi pemimpin yang baik sebagai suri tauladan. Berbeda pendapat justru umar di pandang negatif menurut perspektif cara pandang syiah. Jauh sebelum nabi diangkat sebagai rasul dizaman jahilia umar dikenal sebagai orang yang paling di takuti.

Keberhasilannya menundukan lawan-lawannya dalam pertandingan gulat di Makkah menjadikan umar sosok yang sangat disegani. Sebelum menjadi muslim umar adalah orang yang paling menentang penyebaran dakwah rasul. Umar menjadi tembok penghalang terbesar dalam penyebaran agama islam di kota Makkah. Berbanding terbalik setelah keislamannya umar menjadi orang yang paling berani mendakwahkan islam secara terang-terangan.

Kisah Umar Bin Khattab Masuk Islam

omar-bin-khatab

Pada beberapa kesempatan umar sebenarnya seringkali tertarik pada islam. Seperti ketika suatu malam umar berjalan menuju masjidil haram secara diam-diam dengan maksud ingin mendengarkan bacaan shalat nabi. Ketika itu nabi Muhammad membacakan surat Al-Haqqah. Tidak bisa di pungkiri dalam hatinya bahwa memang dia kagum dengan susunan ayat al-qur’an yang rasul bacakan.

Lalu umar berkata dalam hatinya. “ Demi Allah ini adalah syair sebagaimana yang dikatakan kaum Quraisy.” Selanjutnya umar mendengar rasul membacakan ayat 40-41 (ayat yang menyatakan bahwasannya Al-Qur’an bukanlah syair). Lalu umar berkata “kalau begitu berarti dia dukun.” Kemudian Umar mendengar nabi membacakan ayat 42, (ayat yang menerangkan bahwa al-qur’an bukanlah perkataan dukun.)

Sampai akhirnya Umar berkata dalam hatinya “telah ada butiran islam dalam hatiku.” Akan tetapi budaya jahilia kepatuhan pada agama nenek moyang mejadikan Umar tetap memerangi islam. Selanjutnya pada suatu hari umar menenteng pedangnya sepanjang jalan berniat ingin membunuh Rasulullah. Dalam perjalanannya umar bertemu dengan seorang pemuda dari bani zuhrah bernama Nu’aim bin Abdullah.

Melihat Umar berjalan tergesah gesah dengan sebilah pedang ditangannya Nu’aim bertanya kepada Umar. “hendak kemanakah engkau wahai Umar?”Umar menawab “ingin membunuh Muhammad.” Lalu Nu’aim bertanya “bagaimana kamu bisa merasa aman dari bani hasyim dan bani zuhrah wahai Umar jika kepergianmu bermaksud membunuh Muhammad?” lalu Umar menjawab “tidakkah aku melihat kalian semua telah mengkhianati agama nenek moyang kalian”

Kemudian nu’aim bin Abdullah membalas “maukah kau ku beritahu hal yang lebih mengagetkan mu wahai Umar? Sungguh adik perempuan mu beserta suaminya telah mengikuti agama Muhammad.” Umar sangat terpukul mendengar berita tersebut dengan penuh amarah umar mengubah niatnya. Umarpun berjalan menuju rumah adiknya untuk langsung mengecek kebenaran berita itu.

Sesampainya disana umar mendapati sauara bacaan al-qur’an surat thaha. Sangat marah umar berkata  “buka pintu” dengan gemetar Khabab bin Al-arat guru ngaji adik Umar berlari ke bagian belakang rumah untuk bersembunyi. Setelah pintu dibuka lantas Umar bertanya “apakah bacaan yang barusan ku dengar” kata Umar.

Adik Umar menjawab “kami tidak sedang membaca apapun.” Mendengar jawaban itu spontan tangan Umar melayang kearah wajah adiknya. Kemudian umar berkata “apakah benar kalian telah mengikuti agama Muhammad?” Adik Umar menjawab “wahai umar apakah engkau akan menghalangi orang lain untuk mengikuti Muhamad sedangkan apa yang dibawa oleh Muhamad adalah kebenaran?”.

Mendengar jawaban sang adik Umar tercengang. Karena terjatuh tanpa sengaja Umar melihat ada selembar tulisan yang tercecer dibalik baju adiknya. Umar bertanya “apa itu? Berikan padaku.” Adik Umar berkata “kamu dalam keadaan kotor tidak boleh menyentuh bacaan ini kecuali orang dalam keadaan suci. mandilah terlebih dulu!” mengikuti kemauan adiknya Umarpun mandi lalu diberikanlah bacaan itu kepada Umar.

Ketika Umar membaca surat thaha badan umar bergetar hatinya tak mampu lagi mengelakan bahwa islam adalah agama yang benar. Kemudian Umar bertanya “dimana Muhammad?” adik umar berkata “jika kau mencari Muhammad hanya untuk mencelakainya aku tidak akan pernah memberitahu mu” Umar menjawab “aku tidak akan mencelakainya”.

Kemudian adiknya membalas “daarul arkham” lalu Umar bergegas menuju kesana. Daarul arkham adalah rumah yang sempat dalam beberapa tahun awal di turunkan islam digunakan untuk berdakwah oleh Rasulullah. Sesampainya disana Umar mengetuk pintu rumah itu “dog dog dog” para sahabat bertanya “siapa diluar?” umar menjawab “umar” mendengar jawaban itu para sahabat yang sedang belajar ilmu agama bersama Rasulullah didalam rumah geger.

Dalam suasana gaduh itu Hamzah yang juga salah satu jagoan kota Makkah tampil. Dengan menyiapkan pedangnya Hamzah berkata “bukakan pintu! Jika dia datang dengan kebaikan kita terima jika niatnya mengacau maka aku paling depan” kata Hamzah. Setelah pintu dibuka Umar langsung menghampiri Rasulullah serta memeluknya dan langsung mengucapkan dua kalimat syahadat.

ashadu al la ilaaha illallah Wa ashadu anna muhammadar rasulullah.

dua-kalimat-syahadat

“Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi Muhammad utusan Allah”

Pengucapan dua kalimat syahadat Umar bin Khattab langsung diiringi dengan gema takbir oleh para sahabat yang hadir “Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar”. Keislaman Umar menjadi angin segar untuk kemajuan dakwah islam dengan nama besarnya Umar bertanya kedapa Rasulullah.

“Yaa Rasulullah bukankah kita berada di jalan yang benar?” “betul wahai Umar” jawab Rasul, “lalu mengapa kita harus sembunyi-sembunyi menyampaikan perkara yang ini adalah benar wahai Rasulullah” balas Umar. Semenjak itu Rasulullah bersama sahabat yang lain menyampaikan dakwah secara terang-terangan di tengan ancaman suku Quraisy.

Dalam satu riwayat Abdullah ibnu Mas’ud menyampaikan. “Kami senantiasa berada dalam kejayaan semenjak Umar bin Khattab masuk Islam.” Dulu sebelum Umar bin khattab masuk islam rasulullah pernah berdoa. “Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang lebih engkau cintai; Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam”.

Hikmah

masuk islam umar

Jangan pernah kita menganggap diri kita lebih mulia dari orang yang belum bertaubat karena bisa jadi ketika mereka kembali mereka jauh lebih bertakwa dibandingkan kita. Serta barang siapa menolong agama Allah dengan kekuasaannya maka Allah akan muliakan dia.

Leave a Reply