Kisah Kebijaksanaan Nabi Sulaiman | Sulaiman Dan Ratu Balqis

Nabi Sulaiman Alaihissalam( AS) merupakan putra dari Nabi Daud AS. Sulaiman diketahui bagaikan seseorang nabi yang sangat kaya serta mempunyai kelebihan yang sangat tidak sering dipunyai nabi- nabi tadinya. Kelebihannya itu, antara lain, dapat berdialog dengan segala fauna serta burung- burung dan menaklukkan angin, laut, udara, dan jin- jin yang tunduk serta patuh pada perintahnya. Kemuliaan serta kehebatan Nabi Sulaiman ini bisa dibaca pada surah An-Naml ayat 20- 44.

Kisah Nabi Sulaiman Dengan Dua Orang Ibu Bayi

kisah nabi sulaiman

www.ilmusiana.com

Rasulullah SAW kerap menggelar majelis ilmu bersama para sahabat. Tidak hanya membincang masalah agama, Rasulullah SAW pula acapkali menceritakan tentang kisah- kisah para Nabi terdahulu buat diperuntukan sebagai pelajaran. Sesuatu kala Rasulullah sempat menggambarkan tentang cerita Nabi Daud serta Nabi Sulaiman yang jadi hakim 2 ibu yang berebut balita.

Alkisah, ada 2 orang ibu yang tiap- tiap dari mereka memiliki seseorang balita. Kedua ibu itu berangkat ke suatu padang rumput untuk mengurus ladang mereka. Dikala mengurus ladang, bayi mereka diletakkan di atas batu besar. Tetapi seketika seekor serigala tiba serta menerkam salah satu anak mereka. Serigala tersebut setelah itu membawa si anak dan memakannya.

Betapa tekejutnya kedua ibu tersebut kala menyadari kalau salah satu bayi mereka sudah dibawa serigala. Hingga, seseorang ibu yang lebih tua juga mengatakan kepada ibu yang lebih muda“ Sebetulnya serigala tadi sudah membawa anakmu, ini merupakan anakku”. Ibu yang lebih muda menjawab “ Tidak, dia malah membawa anakmu, ini merupakan anakku”.

Dia sangat percaya kalau bayi itu merupakan anaknya, ia memahami betul ciri- ciri anaknya. Tetapi si bunda yang lebih tua terus saja menyangkal serta berkata kalau itu merupakan anaknya. Keduanya terus berselisih serta silih berebut bayi yang selamat dari terkaman serigala. Kesimpulannya mereka memutuskan untuk datang ke Nabi Daud AS serta memohon keputusan darinya.

 

Hingga keduanya menghadiri Nabi Daud AS sembari bawa balita yang diperebutkan. Mereka juga menggambarkan peristiwa tersebut kepadanya. Rupanya si ibu yang lebih tua sanggup menyampaikan alasan dengan sangat baik, Nabi Daud AS akhirnya memutuskan kalau bayi itu merupakan balita si ibu yang lebih tua.

Betapa bahagianya si ibu yang lebih tua mendengar keputusan itu, tetapi ibu yang lebih muda masih saja bersikeras kalau itu merupakan anaknya. Tidak puas dengan keputusan Nabi Daud AS, keduanya kemudian mendatangi Nabi Sulaiman AS. Mereka menggambarkan peristiwa nahas yang sudah berlangsung serta hendak memohon keputusan darinya.

Di depan Nabi Sulaiman AS, keduanya berbarengan mengaku selaku ibu bayi tersebut serta tidak ada yang ingin mengalah. Hingga Nabi Sulaiman juga mengatakan kepada pelayannya“ Berikanlah saya suatu pisau, hendak kubelah anak ini jadi 2 supaya keduanya memperoleh anak ini”. Si ibu yang lebih tua cuma terdiam mendengar keputusan Nabi Sulaiman AS.

Dikala pisau hendak diayunkan ke bayi tersebut, si ibu yang lebih muda setelah itu menangis sembari meminta kepada Nabi Sulaiman AS.“ Tolong jangan jalani itu tuanku, Mudah- mudahan Allah merahmatimu. Itu merupakan anaknya( sembari menunjuk ibu yang lebih tua), itu merupakan anaknya. Perkenankan anak itu jadi miliknya. Perkenankan ibu itu yang mengurus anak ini”, ucap si ibu muda sembari menangis.

Sebab kasih sayang yang begitu besar kepada bayi di hadapannya, si ibu muda ini tidak mampu memandang bayi tersebut mati dibelah 2. Walaupun dia sendiri tidak tahu kepunyaan siapa pemilik balita itu, biarlah ia mengalah supaya anak di hadapannya bisa senantiasa hidup. Mendengar perkataan bunda yang lebih muda, Nabi Sulaiman AS akhirnya mengenali kalau bayi di hadapannya merupakan kepunyaan si ibu muda.

Sebab seseorang ibu sejati pasti saja tidak mau anaknya terluka cuma sebab hawa nafsu belaka. Nabi Sulaiman AS juga akhirnya memberikan balita tersebut kepada bunda yang lebih muda. Begitulah Allah SWT sudah membagikan keutamaan pada Nabi Sulaiman AS. Allah SWT membagikan penjelasan kepada Nabi Sulaiman yang tidak diberikan kepada Nabi Daud AS.

Tetapi bukan berarti Nabi Sulaiman lebih utama serta mulia dibandingkan Nabi Daud. Sebab tiap nabi sudah Allah bagikan keutamaannya masing- masing.

Kisah Nabi Sulaiman Bersama Penggembala Dan Pemilik Kebun

kisah nabi sulaiman

www.inspiraloka.com

Sewaktu Daud, bapaknya menduduki tahta kerajaan Bani Israil dia senantiasa mendampinginnya dalam tiap- tiap persidangan peradilan yang diadakan buat menanggulangi perkara- perkara perselisihan serta sengketa yang berlangsung di dalam penduduk. Dia memanglah sengaja dibawa oleh Daud bapaknya mendatangi sidang- sidang peradilan serta menanggulangi urusan- urusan kerajaan untuk melatihnya dan menyiapkannya selaku putera mahkota yang hendak menggantikanya mengelola kerajaan.

Apabila datang saatnya dia mesti penuhi panggilan Ilahi meninggalkan dunia yang fana ini. Serta memanglah Sulaimanlah yang terpandai di antara sesama kerabat yang malahan lebih tua umur dari padanya. Sesuatu kejadian yang menampilkan kecerdasan serta ketajaman otaknya ialah terjadi pada salah satu persidangan peradilan yang dia ikut menghadirinya.

Dalam sidang itu 2 orang tiba mengadu memohon kepada Nabi Daud mengadili masalah sengketa mereka, mereka menyampaikan bahwa kebun tumbuhan salah seseorang dari kedua lelaki itu sudah dimasuki oleh kambing- kambing ternak kawannya di waktu malam yang menyebabkan rusaknya perkarangan yang telah dirawatnya begitu lama sampai sudah mendekati masa panen.

Kawan yang diadukan itu mengakui kebenaran pengaduan temannya serta bahwa memanglah hewan ternaknyalah yang merusak kebun serta perkarangan kawannya itu. Dalam masalah sengketa tersebut, Daud memutuskan bahwa sebagai tukar rugi yang diderita oleh pemilik kebun akibat pengerusakan kambing- kambing peliharaan tetangganya itu.

Penggembala tersebut wajib menyerahkan hewan peliharaannya kepada pemilik kebun selaku tukar rugi yang diakibatkan oleh kegagalan menjaga hewan ternakannya. Akan tetapi Sulaiman yang mendengar keputusan itu yang dibuat oleh bapaknya itu dirasa kurang pas mengatakan kepada sang ayah.

” Wahai ayahku, menurut pertimbanganku keputusan itu seharusnya kepada pemilik perkarangan yang sudah binasa tanamannya diserahkanlah hewan ternak untuk dipelihara, diambil hasilnya serta dimanfaatkan untuk keperluannya, lagi perkarangannya yang sudah binasa itu diserahkan kepada tetangganya pemilik peternakan untuk dikelola serta dirawatnya hingga kembali kepada kondisi asalnya, setelah itu tiap- tiap menerima kembali miliknya, sehingga dengan sistem demikian tiap- tiap pihak tidak terdapat yang menemukan keuntungan maupun kerugian lebih dari pada apa yang sepantasnya.”

Kuputusan yang diusulkan oleh Sulaiman itu diterima baik oleh kedua orang yang menggugat serta digugat dan disambut oleh para orang yang mendatangi persidangan dengan rasa kagum terhadap kecerdasan serta keahlian Sulaiman yang meski masih muda umurnya sudah menampilkan kematangan berfikir serta keberanian melahirkan komentar meski tidak sesuai dengan pendapat bapaknya.

Kejadian ini menggambarkan permulaan dari sejarah hidup Nabi Sulaiman yang penuh dengan mukjizat kenabian serta kurnia Allah yang dilimpahkan kepadanya serta kepada bapaknya Nabi Daud.

Kisah Nabi Sulaiman Dan Ratu Balqis

kisah nabi sulaiman

http://www.islamsosialmedia.com

Sebagian besar umat islam tentu sempat mendengar tentang cerita Ratu Balqis. Seseorang perempuan yang mempunyai kerajaan yang begitu luas serta indah. Dengan paras yang sangat menawan mempesona yang membuat tiap pria yang sempat memandangnya tentu jatuh hati kepadanya. Kerajaan Ratu Balqis terletak di negara saba, negara yang makmur serta tentram sejahtera.

Bagi sebagian ulama berkomentar kalau letak negara saba saat ini terletak di yaman. Keberhasilan Nabi Sulaiman menudukan Ratu Balqislah yang membuat banyak orang mau menapak tilasi gimana sistem Nabi Sulaiman menggapai itu seluruh. Pada sesuatu hari Nabi Sulaiman mengadakan rapat dadakan dengan mengumpulkan seluruh bala tentaranya yang terdiri dari manusia jin serta hewan.

Dikala seluruhnya telah berkumpul terdapat satu tentara Sulaiman yang belum nampak, lalu Sulaiman mengatakan“ kemana burung Hud- Hud?”. Tidak berapa lama burung Hud- Hud tiba dengan tergesa- gesa“ maaf tuan hamba terlambat”. Sulaiman mengatakan“ wahai Hud- Hud kenapa kau dapat hingga terlambat? Kemana sajakah kau?”.

Burung Hud- Hud menanggapi“ ampun tuan hamba terlambat sebab hamba sudah memandang sesuatu negara yang sangat besar bernama Negara Saba dengan dipandu oleh ratu balqis yang sangat menawan”. Nabi Sulaiman bertanya“ apa lagi yang kau ketahui tentang negara Saba?” Hud- Hud menanggapi“ seluruh penduduk negara saba menyembah serta menuhankan matahari wahai tuan ku sulaiman”.

Mendengar berita tersebut Nabi Sulaiman marah besar serta langsung menulis pesan dan mengatakan“ kembalilah kau Hud- Hud serta sampaikan pesan ini kepada Ratu Balqis”. Dengan bangga burung Hud- Hud lalu kembali mengarah negara Saba serta meletakan pesan Nabi Sulaiman di tempat peristirahatan Ratu Balqis.

Dari kejauhan burung Hud memantau pesan yang sudah di letakkannya. Sehabis sebagian lama Ratu Balqis tiba serta mendatangi pesan itu dan membukanya. Isi pesan itu di abadikan dalam Al- Qur’ an surah An- Naml ayat 30 serta 31.

إِنَّهُمِنْسُلَيْمَانَوَإِنَّهُبِسْمِاللَّهِالرَّحْمَٰنِالرَّحِيمِ

أَلَّاتَعْلُواعَلَيَّوَأْتُونِيمُسْلِمِينَ

Yang artinya: sesungguh nya pesan itu dari Sulaiman yang isinya. Dengan nama allah yang pengasih lagi maha penyayang, janganlah engkau berlaku sombong terhadap ku serta datanglah kepada ku bagaikan orang- orang yang berserah diri.

Sehabis Raja Sulaiman mengirim pesan kepada Ratu Balqis dengan burung Hud- Hud. Ratu Balqis menanggapinya dengan mengadakan rapat, dia mengumpulkan seluruh tokoh kerajaan beserta menteri- menterinya. Ratu Balqis memutuskan buat mengirim utusan yang dibekali dengan bermacam berbagai perhiasan yang berlimpah.

Mulai dari emas, zamrud, mutiara, hingga berlian buat menguji kebenaran apakah benar Raja Sulaiman merupakan seseorang rasul ataupun bukan. Berangkatlah rombongan pasukan Ratu Balqis dengan dipandu oleh seseorang pakar diplomat dari Negara Saba bernama munzir bin amru. Sebelum sampai dikerajaan Raja Sulaiman yang terletak di palestina keberangkatan mereka telah dikabarkan terlebih dulu oleh burung Hud- Hud.

Mendengar berita tersebut dia mensiasatinya dengan berikan perintah kepada segala tentaranya dari bangsa jin buat membangun istana yang belum sempat terdapat tadinya. Dia menugaskan para jin supaya membangun suatu singgasana dengan berlantaikan kaca berisi air yang berhiaskan ikan- ikan hias yang begitu indah dan berhiaskan perhiasan yang berkilauan.

Kala rombongan pasukan Ratu Balqis hingga, pembangunan telah berakhir. Dikala munzir bin amru masuk singgasana ia terpesona memandang seluruh keelokan yang belum sempat ia amati tadinya. Dikala berhadapan langsung dengan baginda Sulaiman munzir bin amru si diplomat ulung itu mengantarkan.

“ wahai tuan Sulaiman kami diutus oleh sri baginda Ratu Balqis buat membagikan hadiah yang kami membawa ini, terdapat intan berlian permata kasturi serta hadiah elegan yang lain gampang mudahan tuan dapat menerima dengan bahagia hati”. Nabi Sulaiman tersenyum kemudian dia mengatakan“ kalian ingin berikan aku seluruh hadiah intan permata serta berlian- berlian ini? Sementara itu apa yang allah bagikan kepada aku jauh lebih baik dari apa yang allah bagikan kepada mu, ketahuilah tuan, aku memiliki lebih banyak dari apa yang tuan bagikan saat ini. membawa kembali seluruh hadiah ini serta sampaikan salam aku kepada ratu mu Ratu Balqis bila mereka tidak ingin tiba melaporkan keislaman hingga kami yang hendak tiba kesana dengan segala bala tentara kami yang mereka tentu tidak hendak mampu menghadapinya”.

Mendengar penolakan Raja Sulaiman Munzir Bin Amru beserta segala pasukannya kembali ke Negara Saba buat menghadap kepada Ratu Balqis. Sehabis Munzir Bin Amru berakhir menggambarkan seluruh peristiwa dan apa yang ia amati di singgasana Raja Sulaiman dan mengantarkan apa yang dikatakan oleh Nabi Sulaiman, Ratu Balqis mulai yakin kalau Raja Sulaiman pula merupakan seseorang nabi.

Setelah itu Ratu Balqis mengatakan:“ baik bila memanglah demikian saat ini kita berangkat mengarah kerajaan Sulaiman serta aku sendiri yang hendak mengetuai pasukan”. semacam tadinya kabar keberangkatan Ratu Balqis ini telah terdengar terlebih dulu oleh Nabi Sulaiman lewat burung Hud- Hud.

Mendengar berita tersebut Sulaiman membuat thender buat segala tentaranya dengan mengatakan.“ butuh kamu tahu kalau rombongan Negara Saba hendak kembali lagi berkunjung kemari dengan langsung dipandu oleh pemimpinnya ratu Balqis, oleh karena itu siapa diantara kamu seluruh yang mampu bawa kerajaan Ratu Balqis kemari dengan waktu yang pendek?”.

Mendengar perihal itu jin ifrit tampak, ia mengatakan“ aku tuan” Raja Sulaiman bertanya“ berapa lama kalian mampu bawa singgasana Ratu Balqis kemari?” jin ifrit menanggapi“ saat sebelum tuan bangkit dari tempat duduk aku telah dapat bawa singgasana itu kehadapan tuan Sulaiman”. Setelah itu Nabi Sulaiman mengatakan“ apakah ada yang dapat lebih kilat dari ifrit?”.

Kemudian terdapat seseorang pemuda soleh yang mengangkat tangannya dengan mengatakan“ aku tuan” Sulaiman bertanya“ berapa lama kalian mampu”. Pemuda soleh itu menanggapi“ saat sebelum tuan membuka mata dari ketipan mata tuan singgasana itu telah berada di depan hadapan tuan”.

Sampai ketika ratu Balqis tiba di kerjaan nabi Sulaiman, saat ratu Balqis memasuki singgasana dia berkata “singgasana ini mirip sekali dengan singgasana ku” Sulaiman berkata “Ini memang kerajaan mu” dengan terheran heran ratu Balqis berkata “bagaimana engkau bisa melakukan hal ini?” Nabi Sulaiman menjawab.

“Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia.”

Dengan sangat terpukau ratu balqis tunduk dihadapan nabi Sulaiman meyatakan kesaksian tiada tuhan melainkan Allah. Dan akhirnya merekapun menikah dan hidup bahagia. Demikianlah sepenggal kisah teladan nabi Sulaiman yang dapat kami bagikan semoga bisa menamnah nilai-nilai keimanan dalam hati kita semua

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu…

Leave a Reply