Doa Setelah Adzan Dan Iqomah Beserta Pengertiannya

Suara adzan bukanlah suara yang asing bagi orang islam. Setiap muslim seluruh dunia pasti pernah mendengarkan suara kumandang adzan. Adzan tidak hanya dikumandangkan oleh orang moderen saja, namun sudah menjadi kebiasaan orang-orang muslim pada zaman Rasulullah. Manusia yang pertama kali menyuarakan adzan pada zaman Rasulullah yakni sahabat mulia Bilal Bin Rabbah.  

Beliau merupakan orang yang dipilih Rasulullah untuk menjadi muadzin (orang yang mengumandangkan adzan) pada setiap datangnya waktu shalat. Dahulu bilal merupakan seorang budak.  Perjuangan Bilal mempertahankan keimanannya sangatlah berat, beliau pernah disiksa dengan ditindih batu besar dan dicambuki di padang pasir yang panas tanpa diberi makan dan minum selama berhari-hari.

Lebih istimewanya lagi, ketika cambuk itu mendarat kepada Bilal sampai keluar darah dari dalam kulitnya apakah yang dikatakan Bilal? Ahadun ahad, Kalimat pengesaan kepada Allahlah yang selalu diucapkannya Allahu akbar. Tak salah bila Rasulullah memilih Bilal sebagai muadzin pada zaman itu. Suara adzan adalah petanda datangnya waktu shalat, serta suara seruan bagi seluruh orang-orang islam untuk melaksanakan ibadah shalat wajib.

Dengan suara adzan pula Allah memberi tahu kepada seluruh orang-orang beriman untuk menanggalkan seluruh kesibukan duniawinya untuk memenuhi kewajibannya kepada yang telah menciptakannya.

Bacaan Menjawab Adzan

doa setelah adzan

makassar.tribunnews.com

Saat muadzin menyuarakan adzan kita perintahkan untuk menyudahi semua kegiatan yang kita lakukan entah itu membaca kitab suci ataupun yang lainnya. Kitapun dianjurkan oleh nabi untuk fokus mendengarkan suara kumandang adzan dan menjawabnya dengan bacaan sebagai berikut.

Saat muadzin melafadzkan:اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر

Maka kita disunnahkan menjawab:  اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر

Saat muadzin melafadzkan:  أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ

Maka kita disunnahkan menjawab:  أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ

Saat muadzin melafadzkan:  حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

Maka kita disunnahkan menjawab:   لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Saat muadzin melafadzkan:  حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

Maka kita disunnahkan menjawab:  لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Saat muadzin melafadzkan:  اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَرلَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ

Maka kita disunnahkan menjawab:  اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَرلَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ

Khusus untuk menjawab kumandang Adzan subuh.

Saat muadzin melafadzkan:  اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ

Maka kita disunnahkan menjawab:  صَدَقْتَ وَبَرَرْتَ وَاَنَا عَلَى ذَلِكَ مِنَالشَّاهِدِيْنَ

Amalan menjawab adzan diatas disimpulkan berdasarkan hadits nabi Muhammad sebagai berikut.

إِذَا سَمِعْتُمْ الْمُؤَذِّنَ فَقُوْلُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ

Yang artinya: “Jika kalian mendengar seruan adzan, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan muadzin.” (HR. Al-Bukhari, 611. Muslim, 383).

Bacaan Doa Setelah Mendengar Adzan

Dari Jabbir ra sesungguhnya Nabi SAW bersabda: “Siapa yang mengucapkan setelah panggilan adzan: Allahumma rabba hadzihidda watittammah washsholatil qaimah ati Muhammadanil wasilata walfadhilah wab’tshu maqamammahmudanilladzi wa’adtah, pasti ia akan memperoleh syafa’atku pada hari kiamat.” (H.R Bukhari).

Dari hadits diatas Rasulullah berpesan kepada kita agar setiap kita mendengarkan suara kumandang Adzan hendaknya kita berdoa dengan doa sebagai berikut.

اَ

للّٰهُمَّ رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّآمَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَآئِمَةِ، آتِ مُحَمَّدَانِ الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَالشَّرَفَ وَالدَّرَجَةَ الْعَالِيَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًامَحْمُوْدَانِ الَّذِىْ وَعَدْتَهُ اِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادَ يَآاَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allaahumma robba haadzihid da’watit taammati wash sholaatil qooimati aati muhammadanil wasiilata wal fadhiilata wasy syarofa wad darajatal ‘aaliyatar raofii’ata wab’atshu maqoomam mahmuudanil ladzii wa’adtahu, innaka laa tukhliful mii’aada yaa arhamar roohimiina.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang mempunyai seruan yang sempurna, dan sholat yang tetap didirikan, karuniailah nabi Muhammad tempat yang luhur, kelebihan, kemuliaan, dan derajat yang tinggi. tempatkanlah dia pada kedudukan yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tiada menyalahi janji. wahai dzat yang Maha Penyayang”.

Selain menjawab Adzan kita juga hendaknya memanfaatkan waktu antara adzan dan iqomah untuk memanjatkan doa kepada dzat yang maha tinggi Allah SWT. Karena para ulama sepakat, diwaktu ini merupakan waktu yang maqbul untuk berdoa. Pendapat ini berdasarkan hadits nabi yang mengatakan sebagai berikut.

“Dari Anas ra sesungguhnya Nabi Saw bersabda: Tidaklah ditolak doa antara adzan dengan iqomah. (H.R Abu Daud). Disamping itu, barang siapa yang ingin lebih dicintai oleh yang maha belas kasih maka hendaknya kita juga melaksanakan shalat sunnah rawatib qabliyah untuk mengisi waktu antara adzan dan iqomah.

Doa  Setelah Iqomah

doa setelah adzan

http://irtaqi.net

Saat adzan sudah dikumandangkan, dan waktu jedda sudah habis, maka tiba waktunya bacaan iqomah akan diperdengarkan. Iqomah disuarakan sebagai tanda bahwa ibadah shalat akan segera dimulai. Sebelum membahas lebih jauh mengenai iqomah, ada baiknya kita terlebih dahulu mengerti apa arti dari iqomah itu sendiri. Secara istilah iqomah mempunyai arti seruan, tanda, atau pemberitahun bahwa shalat akan segera dilakasanakan.

Untuk lafadz iqomah sendiri pada dasarnya sama saja dengan lafadz adzan, yang membedakannya adalah pengucapan lafadz iqomah lebih sederhana. Pengucapan nada iqomah tidak menggunakan nada yang khusus dan cenderung lebih pendek. Tidak seperti pelafalan bacaan adzan yang diulang, pelafalan iqomah hanya diucapkan masing-masing satu kali.

Perlu kita ketahui juga, bahwa sunnah iqomah itu adalah membaca dengan cara cepat. Berbeda dengan adzan yang cenderung lebih panjang pada setiap pelafalannya. Setelah iqomah selesai diperdengarkan barulah disunnahkan untuk kita membaca.

اَقَامَهَااللهُ وَاَدَامَهَا مَادَامَتِ السَّمَوَاتُ وَاْلاَرْضُ

Aqoomahallaahu wa adaamahaa maadamatis samaawaatu wal ardlu

Yang artinya: “Semoga Allah selalu menegakkan dan mengekalkan adanya shalat selama langit dan bumi masih ada”

Itulah sedikit pembahasan kita mengenai doa setelah adzan kali ini, semoga apa yang kita bahas menjadi sebab turunnya rahmat. Serta semoga dengan pembahasan ini dapat menambah nila-nilai keimanan dalam hati kita semua. Akhir kata wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Leave a Reply