Doa Kafaratul Majelis (Penutup Majelis) Dan Dasar Dalilnya

Sebagai seorang yang bermasyarakat tentu kita sering menghadiri pertemuan-pertemuan dengan banyak orang dengan berbagai keperluan. Seperti perkumpulan membahas kegiatan belajar, pertemuan pekerjaan, atau pertemuan halal bii halal untuk pembahasan yang baik didalamnya. Sebagai seorang muslim dan muslimat hendaknya kita mengawali dan mengakhiri kegiatan-kegiatan pertemuan itu dengan cara yang baik dan benar.

Pada setiap kesempatan perkumpulan atau pertemuan majelis dalam islam, kita dianjurkan/disunnahkan untuk mengawali dan mengakhiri majelis itu dengan membaca doa terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar kita selalu berada dalam lindungan sang maha pencipta Allah SWT. Alhamdulilah sekarang sudah banyak sekolah-sekolah islam yang membiasakan peserta didiknya untuk membaca doa terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan belajarnya.

Bacaan Doa Penutup Majelis

doa penutup majelis

http://www.nu.or.id

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhaanakallaahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik. 

Artinya: Maha Suci Engkau ya Allah, aku memujiMu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu. 

Rangkaian Membaca Doa Penutup Majelis

Biasanya, pada setiap perkumpulan yang umumnya dihadiri oleh orang-orang muslim laki-laki atau muslim perempuan akan ada pembuka acara dan penutup acara. Dimana kalimat pembuka acara akan diawali dengan pembacaan salam dan pembacaan basmalah. Dilanjutkan dengan pengucapan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT.

Acara pertemuan yang paling sering dibacakan doa dalam setiap perkumpulan adalah perkumpulan yang membahas mengenai ilmu agama atau biasa disebut majelis. Diakhir acara seringkali kita mendengar kata permohonan maaf dari pengisi acara atau majelis tersebut.

Selanjutnya setelah pengisi acara selesai menyampaikan permohonon maafnya, pengisi atau pemimpin acara akan membacakan doa penutup majelis yang dilanjutkan dengan ucapan salam. Doa penutup majelis juga biasa disebut dengan doa kafaratul majelis.

Maksud Doa Penutup Majelis

Maksud doa penutup majelis ini bermaksud untuk kita memohon ampun kepada Allah sang maha Ilmu atas segala dosa yang pernah kita lakukan. Tidak bisa terelakkan kita sebagai manusia adalah makhluk pendosa. Entah itu dosa yang kecil maupun besar, yang sengaja maupun yang tidak sengaja. Almisal ketika kita sedang berada dalam perkumpulan suatu majelis ilmu, terkadang dalam majelis itu terjadi selisih faham antar jamaah.

Hal-hal inilah yang menjadikan kita terkadang berbuat kesalahan penyebab dosa dengan atau tanpa kita sadari. Awalnya, mungkin kita datang dengan niat yang baik namun tidak menutup kemungkinan untuk kita berbuat salah yang tidak Allah senangi. Pertemuan majelis yang diharapkan memiliki suasana yang tenang, ramah dan damai, sering kali menjadi tempat keributan dan kericuhan.

Jika keadaan seperti ini selalu dibiarkan, tak jarang keluar perbuatan dan perkataan yang kotor. Berbeda dengan zaman Rasulullah, pada era itu semua orang sangat menghargai majelis ilmu. Sampai ada riwayat yang mengatakan bahwa ketika Rasulullah sedang menyampaikan ilmu semua sahabat terdiam dan fokus. Sampai apabila ada seekor burung hinggap diatas kepala mereka, burung itu tidak akan terbang.  Wallahu a’alm bissawaf.

Dengan pembacaan doa majelis ini juga diharapkan segala perbuatan-perbuatan yang kurang baik dalam majelis yang mulia tersebut dapat diampuni. Serta kita berharap agar perbuatan-perbuatan tidak terpuji itu tidak kita ulangi pada pertemuan-pertemuan selanjutnya. 

Dasar Dalil Doa Penutup Majelis

Hukum membaca doa kafaratul majelis adalah sunnah, seperti apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah dalam sabdanya:

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ جَلَسَ فِي مَجْلِسٍ فَكَثُرَ فِيهِ لَغَطُهُ، فَقَالَ قَبْلَ أَنْ يَقُومَ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِك

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

إِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا كَانَ فِي مَجْلِسِهِ ذَلِكَ

Rasulullah SAW bersabda: “Siapapun yang sedang berada di suatu majelis, kemudian pada majelis tersebut terdapat banyak perkataan yang tidak berguna, lalu sebelum beranjak meninggalkan majelis, mengucapkan hal (doa) ini (Maha Suci Engkau Ya Allah, dan segala puji bagi-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampun pada-Mu, dan aku taubat pada-Mu), Kecuali telah diampuni bagi orang tersebut, sesuatu yang ada dalam majelis tersebut.” (HR. Tirmidzi).

Inilah penjelasan mengenai doa penutup majelis atau lebih dikenal dengan do’a kafaratul majelis yang dapat kita sampaikan. Semoga pembahasan kita mendapatkan ridho sang maha pencipta. Serta dapat menjadi sebab turunnya rahmat dan ampunan Allah SWT. Kekurangan adalah milik saya sedangkan kesempurnaan adalah milik yang maha sempurna Allah SWT. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Leave a Reply