Berkunjung Menuju Dulur Panser Biru Semarang

Aku adalah seorang supporter club sepak bola persib bandung yang biasa di kenal banyak orang dengan sebutan Viking. Supporter adalah salah satu unsur yang tidak bisa di lepaskan dari sepak bola.

Mereka rela melakukan apa saja hanya untuk melihat tim kesayangan nya berlaga. Dalam sepak bola rivalitas bukan saja ada di dalam lapangan namun juga ada di luar lapangan. Rasa cinta mereka kepada tim kebanggaan nya terkadang terlalu over hingga mereka bertindak sesuatu yang tidak perlu seperti merendahkan club atau kelompok supporter sepak bola yang lain.

Hal ini menimbulkan permusuhan antar supporter yang menjalar hingga elemen yang paling terkecil. Perselisihan berjalan terlalu berlarut-larut sampai orang yang tidak tahu akar permasalahan nya pun ikut terkena virus kebencian yang terlanjur meluas.

Rivalitas Antar Supporter

Berkunjung Menuju Dulur Panser Biru Semarang

metrosemarang.com

Sebut saja seperti perselisihan antara supporter tim persib bandung Viking dengan tim persija Jakarta the jak mania. Permusuhan di antara mereka sudah tidak bisa di katakan wajar. Tanpa alasan yang jelas setiap dua kelompok supporter ini bertemu di banyak tempat pasti saja akan ada bentrokan terjadi.

Banyak peristiwa yang sudah memakan korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya. Ada lagi rivalitas supporter versi jawa timur antara pendukung tim arema malang aremania dengan pendukung tim persebaya Surabaya bonek mania.

Tragedy tol simo misal nya, saat pendukung tim arema ingin menonton tim nya bertanding di stadion bangkalan Madura mereka di hadang oleh sekelompok bonek di sepanjang jalan tol simo Surabaya. Kejadian ini hanyalah cuplikan kecil saja dari banyak nya bentrokan yang terjadi di persepak bolaan tanah air. Bukan tanpa usaha, perdamaian sering sekali di upayahkan dengan berbagai cara.

Seperti 2017 lalu saat pertandingan persib vs persija di stadion utama gelora bungkarno seluruh pemain kedua tim berusaha menyatukan kedua pendukung nya dengan membentangkan spanduk cukup besar yang bertuliskan viking thejak mania bersatulah.

Tak tinggal diam pemerintah juga ikut andil dalam perihal perdamaian ini, tepat nya di 2018 lalu di mana ada seorang anggota the jak yang nekat menonton tim nya persija bertanding di stadion gelora bandung lautan api bandung.

Padahal himabauan untuk pendukung tim persija agar tidak hadir ke stadion sudah di umumkan jauh-jauh hari. Alhasil Ricko 22 tahun harus meregang nyawa di tangan ratusan bobotoh di bandung.

Peristiwa ini mengundang keprihatinan dunia sepak bola indonesia di semua kalangan. Presiden menghimbau agar polisi bisa menjadi pelopor perdamaian antar kelompok supporter di tiap-tiap daerah.

Hubungan Baik Antar Supporter

BONEK_VIKING

Namun tidak semuanya buruk segala sesuatu pasti ada sisi positif nya seperti persaudaraan antar supporter misalnya. Tak jarang hubungan baik antar mereka sudah terjalin cukup lama. Yang paling popular adalah hubungan baik antara kelompok supporter bonek dan viking.

Setiap kali mereka berkunjung ke kota satu dengan yang lain nya pasti saja ada sambutan dari pihak tuan rumah. Tak jarang pula mereka terlihat berdampingan duduk satu tribun bernyanyi bersama untuk mendukung tim kebanggaan nya masing –masing.

Perjalanan Menuju Semarang

Berkunjung Menuju Dulur Panser Biru Semarang

 

Begitu pula kami, aku dan kawan-kawan selalu ingin menjalin persaudaraan dengan kelompok supporter lain. Aku tergabung dalam komunitas kelompok supporter viking indramayu barat. Sering sekali aku dan kawan-kawan tour keluar kota hanya untuk mengawal tim maung bandung berlaga. Dalam setiap perjalanan kami menemukan banyak teman dan keluarga baru.

Berawal dari beberapa orang dulur panser semarang dan bonek Surabaya yang berkunjung ke indramayu. aku dan beberapa kawan lain memutuskan untuk kembali berkunjung ke tempat salah satu dari mereka.

Untuk mempererat hubungan persaudaraan antar supporter aku dan kawan-kawan bermaksud untuk menonton pertandingan antara psis semarang vs persis solo yang bertanding di stadion jati diri semarang. Lima anggota viking indramayu satu anggota bonek Surabaya dan satu anggota panser biru siap meluncur ke kota penghasil bawang terbesar itu.

Hampir semua di antara kami tidak berbekal uang yang cukup aku sendiri saja hanya membawa uang Rp. 6000 oleh sebab itu kami memutuskan untuk naik kereta kuto jaya tujuan semarang poncol secara sembunyi-sembunyi.

Sejak pukul 10:00 kami sudah menyiapkan barang-barang yang ingin kami bawa Pukul 11:00 kami berangkat menuju stasiun haurgeulis sesampai nya di sana kami masuk kawasan stasiun melewati jalur belakang agar tidak ketahuan. Tidak lama menunggu keretapun tiba, secara diam-diam kami mendekati bagian gerbong paling belakang kereta yang tidak berpenumpang.

Dengan melewati jendela gerbong kami semua berhasil masuk yahh… walaupun kepala sedikit sakit karena terbentur besi kursi hehehe. Dalam suasana gelap di dalam gerbong yang tidak berlampu kami menikmati perjalanan itu.

Lama nya perjalanan membuat perut kami keroncong sayang nya tidak ada pedagang yang menjajahkan dagangan nya sampai gerbong paling belakang. Beruntung salah satu dari kami ada yang membawa mie instan bisa untuk sekedar menunda rasa lapar. Tanpa air panas kamipun meremas mie itu dan melahap nya dengan tangkas.

Selesai bersantap mata semakin terasa berat bersama angin malam yang dingin akhirnya kamipun terlelap. Tidak terasa kami sudah sampai tujuan begitu bangun dari tidur kami sudah berada di semarang.

Berbeda dengan indramayu yang gersang di pagi hari kami di sambut dengan udara kota semarang yang sejuk. Dari stasiun kamipun melanjutkan perjalanan, banyak sekali hal baru yang kami lihat di kota semarang.

Di salah satu jalan mata kami tertuju pada seorang pedagang nasi rumbah yang menggunakan mobil sebagai lapak jualannya.  Maklum pemandangan tersebut tidak pernah kami temui di indramayu dan mungkin bisa sebagai inspirasi setelah pulang nanti.

Pukul 08:00 sampailah kami di simpang lima semarang yang cukup terkenal sambil melepas lelah kami duduk dan beristirahat. Sedang asik melihat kendaraan yang berlalu lalang Tanpa sengaja kami melihat bangunan tua berwarna putih yang ternyata itu adalah lawang sewu ihhhh seremmm.

Karena jarang sekali mobil yang lewat terpaksa kami harus berjalan kaki cukup jauh. Hari mulai gelap rasa lelah mulai terasa mulai banyak kawan yang mengeluh karena tak kuat lagi berjalan. Hebatnya warga setempat sangat ramah mas dodi sebagai warga asli pribumi memberhetikan satu persatu motor untuk memberikan tumpangan agar bisa melanjutkan perjalanan.

Ba’da isya kami sudah berada di hutan wisata tinjo moyo semarang ternyata mas dodi adalah penjaga hutan wisata tersebut. Kami tidur di gubuk samping kali yang sangat besar tanpa ada aliran listrik dengan hanya beralaskan tikar tapi hati kami tetap senang.

Berkunjung Menuju Dulur Panser Biru Semarang

Penuh kegembiraan keesokan hari nya saat kami terbangun dari tidur kami langsung mandi di aliran kali tinjo moyo yang cukup deras. Pendengaran kami terfokus pada suara gemuruh seperti bangunan gedung yang runtuh kami tidak mengerti suara apa itu.

Tiba-tiba kerbau yang mandi bersama kami bergegas naik ke atas dan penggembala yang berada di atas menyeru kami dengan suara cukup keras “naik naik naik”. kamipun bergegas lari menjauhi kali tak lama kemudian datang air bah yang sangat besar dengan membawa pepohonan tumbang yang mampu menyapu batu-batu besar.

Bersyukur kami semua selamat andai saja tidak ada bapa penggembala mungkin kami sudah terbawa aliran air bah yang sangat menakutkan. Di hari ketiga teman-teman dari panser menemui kami di hutan tinjo moyo untuk menyambut.

Siang harinya kami semua berangkat menuju stadion dengan menggunakan kendaraan roda dua. Karena mengendarai motor aku dan teman-teman dari indramayu harus terpisah. Aku sampai stadion lebih dulu di bandingkan tema-teman yang lain sayang nya di sana sudah banyak terdapat teman-teman dari kelompok supporter pasoepati.

Sambil mencari teman-teman panser aku keliling stadion sepanjang jalan semua pasang mata kelompok pasoepati tertuju padaku yang memakai atribut viking karena memang hubungan antara viking dan pasoepati kurang harmonis.

Sebagai salah satu pentolan panser mas dodi sibuk mencarikan tiket untuk kami sebagai tamu di sana agar bisa masuk. Tapi ternyata hanya aku saja yang bersedia masuk ke stadion untuk menyaksikan pertandingan karena yang lain terlalu asik diluar.

Pertandingan berjalan sangat seru kedua tim bermain dengan saling berjual beli serangan. Setelah pertandingan berakhir akupun berniat untuk menukarkan baju viking yang aku pakai dengan baju pasoepati. Tapi sayang tidak ada supporter pasoepati yang mau menukarnya.

Akupun mensiasati nya dengan menukar baju viking dengan panser terlebih dahulu dan akhirnya aku berhasil mendpatkankan baju pasoepati yang ku inginkan.

Bentrokan Panser Dengan Pasoepati

Berkunjung Menuju Dulur Panser Biru Semarang

Tiba tiba saja ada seorang pasoepati berlari di depan ku dengan terjatuh-jatuh. Salah seorang panser menyuruh ku membuka baju pasoepati yang baru saja ku pakai. Ternyata tejadi perkelahian antara pendukung tim psis panser dengan pendukung tim persis solo pasoepati. Kericuhan semakin meluas bentrokanpun tak bisa di hindari.

Karena kami di sana sebagai tamu kami di persilahkan untuk pulang terlebih dulu dan menunggu di markas panser super star. Hari semakin malam mas dodi tak kunjung datang kamipun memutuskan untuk pulang ke hutan tinjo moyo dan menunggu mas dodi di sana.

Sesampainya di hutan tak lama kemudian mas dodi datang dengan celana penuh bersimbah darah. Dia menceritakan bahwa sebenarnya pemicu bentrokan itu adalah hilangnya helm kelompok pasoepati yang datang mengendarai motor.

Sungguh sangat di sayangkan satu kesalahan yang di lakukan oleh satu orang harus mengakibatkan bentrokan ribuan orang. Di hari keempat kami semua memutuskan untuk pulang selain kami jadi tahu semarang kamipun mempunyai keluarga baru di sana.

Dalam perjalanan pulang di stasiun kami berpisah aku dan wawan memutuskan untuk pulang sementara yang lain memutuskan untuk berkunjung ke Surabaya terlebih dulu.

Kesimpulan

Menyukai sesuatu itu hal yang wajar namun berbuat nekad dalam mengekspresikan nya itu adalah suatu kekonyolan. Jadilah orang yang bijak dalam bersikap jangan sampai tidakan kita merugikan diri kita sendiri dan orang lain.

Setiap supporter memiliki tanggung jawab menjaga nama baik kelompoknya. Jadilah bagian dari pelopor perdamaian bukan malah jadi biangkerok kerusuhan.

Leave a Reply