Arti Istiqomah Secara Bahasa Adalah

Tentu kita semua sudah tidak asing lagi dengan kata istiqomah, kata istiqomah merupakan kata yang sangat sering disebut-sebut oleh banyak orang. Sayangnya masih banyak orang diantara kita yang belum mengerti apa arti dari istiqomah itu sendiri. Kata istiqomah sering kita dengar karena kerap kali disebut pada setiap kegiatan acara, terlebih acara-acara yang berhubungan dengan keagamaan.

Almisal ketika ada orang yang sudah familiar dengan segala kemaksiatan, sampai-sampai semua orang menganggap dia sebagai orang yang kurang baik, tiba-tiba dia berubah dan melakukan ibadah kemudian pasti ada saja teman yang berkata kepadanya “semoga istiqomah ya”. Atau seorang mubaligh yang berkata kepada jamaahnya “semoga saja kita selalu istiqomah dalam bertaqwa”.

Serta masih banyak lagi waktu-waktu yang sering terucap kata-kata istiqomah. Kemudian pertanyaannya adalah, apakah arti dari kata istiqomah? Pada artikel ini kita akan coba membahas mengenai arti istiqomah dengan lebih detail untuk menjadi bahan patokan anda dalam memahami arti dari kata istiqomah.

Arti Kata Istiqomah

arti istiqomah

satujam.com

Asal kata istiqomah berasal dari bahasa arab  استقام – يستقيم- استقامة yang berarti lurus atau tegak. Secara terminologi Ibnu Hajar mengatakan bahwa istiqomah artinya adalah:

 سلوك الصراط المستقيم، وهو الدين القيم من غير تعريج عنه يمنة ولا يسرة، ويشمل ذلك فعل الطاعات كلها، الظاهرة والباطنة، وترك المنهيات كلها كذلك

“Menempuh  jalan yang lurus – agama yang benar- tanpa berbelok kekanan ataupun kekiri (penyimpangan), dan hal itu mencangkup segala bentuk ketaatan – entah itu zhahir ataupun batin – dalam mengerjakan perintah dan juga dalam meninggalkan segala bentuk larangan.” 

Arti Istiqomah Menurut Para Sahabat

Keep istiqomah atau tetap istiqomah dalam agama memiliki kedudukan yang sangat penting. Para orang-orang soleh terdahulu memiliki banyak sudut pandang mengenai arti dari kata istiqomah.

  1. Abu Bakar Ash-Siddiq

Suatu waktu Abu Bakar pernah ditanya oleh seseorang.

سئل صديق الأمة وأعظمها اسقامة – أبو بكر الصديق رضي الله تعالى عنه – عن الإستقامة ؟

فقال “أن لا تشرك بالله شيئا

Artinya: Suatu ketika orang yang paling besar keistiqamahannya ditanya oleh seseorang tentang istiqamah. Abu Bakar menjawab, ‘istiqamah adalah bahwa engkau tidak menyekutukan Allah terhadap sesuatu apapun.

Ibnu Qayim mengatakan, bahwa Abu Bakar menganalogikan istiqamah dalam gambaran tauhidullah (mengesakan Allah SWT). Karena seseorang yang dapat istiqamah dalam pijakan tauhid, insya Allah dia akan bisa istiqamah dalam segala hal di atas jalan yang lurus. Dia juga akan beristiqamah dalam segala aktivitas dan segala keadaan.

  1. Umar Bin Khattab

Umar Ibnu Khattab berkata :

الإستقامة : أن تستقيم على الأمر والنهي، ولا تروغ روغان الثعلب

Istiqamah adalah, bahwa engkau senantiasa lurus (baca; konsisten) dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, serta tidak menyimpang seperti menyimpangnya rubah.

  1. Usman Bin Affan

Mengenai istiqomah beliau mengatakan:

استقاموا : أخلصوا العمل لله

Beristiqamahlah kalian : (maknanya) ikhlaskanlah amal kalian hanya kepada Allah SWT.

  1. Ali Bin Abi Thalib

Ali berkata mengenai istiqomah:

استقاموا : أدوا الفرائض

Istiqamahlah kalian (perintah untuk beristiqamah), berarti : laksanakanlah kewajiban (perintah untuk melaksanakan segala kewajiban).

Arti Istiqomah Menurut Para Alim Ulama

Setelah para sahabat Rasulullah berpendapat, kali ini kita akan coba melihat arti istiqomah menurut pendapat para orang-orang alim yang cukup dikenal hingga sekarang.

  1. Hasan Al-Bashri

Seorang ulama bernama Al-Hasan mengatakan:

استقاموا على أمر الله، فعملوا بطاعته، واجتنبوا معصيته

Isttiqamahlah kalian melaksanakan perintah Allah, dengan beramal untuk mentaati-Nya dan menjauhi berbuat kemaksiatan pada-Nya.

  1. Ibnu Taimiyah

Ibnu Taimiah berkata:

استقاموا على محبته وعبوديته، فلم يلتفتوا عنه يمنة ولا يسرة

Isttiqmahlah kalian dalam mahabah (kepada Allah) dan dalam berubudiyah kepada-Nya. Dan jangalah menoleh dari-Nya (berpaling walau sesaat) baik ke kanan ataupun ke kiri.

  1. Ibnu Rajab Al-Hambali

Seorang yang mashur Ibnu Rajab berkata  bahwa istiqomah adalah menempuh jalan yang lurus, tanpa belok ke kiri dan ke kanan, tercakup di dalamnya ketaatan yang tampak maupun yang tidak tampak, serta meninggalkan larangan.

Dilihat menurut pandangan dari kitab Aisar arti istiqomah merupakan orang-orang yang tidak ragu dengan kebenaran islam. Serta sikap konsisten dalam menjalankan ketaqwaan kepada tuhannya. Dalam salah satu hadits Rasulullah bersabda:

عَنْ أَبِيْ عَمْرٍو، وَقِيْلَ أَبِيْ عَمْرَةَ، سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللهِ الثَّقَفِيْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ، قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ قُلْ لِيْ فِي اْلإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ، قَالَ قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ (رواه مسلم)

Dari Abu Amr atau Abu Amrah ra; Sufyan bin Abdullah Atsaqafi ra berkata, Aku berkata Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku dalam Islam satu perkataan yang aku tidak akan menanyakannya kepada seorangpun selain padamu. Rasulullah menjawab, “Katakanlah Saya beriman kemudian istiqomahlah.” (HR. Muslim).

Seorang yang selalu menjunjung keistiqomahan ia akan selalu bisa menjaga dengan baik aqidahnya. Serta tidak akan bergeser nilai keimanan dalam hatinya selama menghadapi berbagai cobaan hidup yang dihadapi. Ketika seseorang yang istiqomah diterpa berbagai ujian dalam hidupnya, itu tidak akan berpengaruh dalam keyakinannya kepada Tuhan yang Esa.

Manfaat Istiqomah

Seorang yang menerapkan sifat istiqomah dalam hidupnya dia akan merasakan berbagai keindahan dan kenyamanan yang bisa dirasakan. Dibawah ini beberapa manfaat istiqomah yang bisa didapatkan bagi kamu yang mau berusaha mengamalkan.

  • Lebih mudah berbuat baik

Hal pertama yang akan didapatkan bagi orang yang istiqomah adalah lebih mudah berbuat baik. Keistikomahannya akan mendorong pribadinya untuk selalu memperbaiki diri.

  • Lebih Mudah Menahan Diri

Seorang yang mempraktekkan sifat keistiqomahan dia akan mudah menahan sifat-sifat buruk yang akan dilakukan atau yang biasa dia lakukan, contoh sederhananya adalah seperti berkata kasar. Seorang yang istiqomah akan dengan sendirinya mudah menahan kata-kata kasar yang keluar dari lidahnya.

  • Lebih Tahan Terhadap Godaan

Istiqomah akan menumbuhkan keyakinan yang kokoh dalam hatinya. Sehingga dia akan lebih bisa menahan diri dari berbagai godaan godaan nafsu dan sebagainya.

Dalil Perintah Istiqomah

Dalam Al-Qur’an surah Al-fhusilat ayat 30 Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqomah), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan bergembiralah dengan jannah (surga) yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”

Dalam surah Hud ayat 112 Allah ta’ala berfirman:

وَإِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

Maka istiqamahlah kamu (Muhammad) di jalan yang benar, sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan juga kepada orang yang bertaubat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Dalam surah Al-Jin ayat 16 Allah berpesan dengan firmannya:

وَأَلَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا

Dan sekiranya mereka tetap istiqamah di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan air yang cukup kepada mereka.

Mungkin sekian saja yang bisa kami sampaikan mengenai arti istiqomah ini, semoga apa yang kita bahas di atas dapat menambah nilai-nilai keimanan dalam hati kita semua. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Leave a Reply